PENGGUNAAN MIKROSKOP SERTA PENGAMATAN BENTUK DAN STRUKTUR SEL

I.     JUDUL

PENGGUNAAN MIKROSKOP SERTA PENGAMATAN BENTUK DAN

STRUKTUR SEL

II.    TUJUAN

  1. Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara penggunaannya
  2. Mempelajari cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati dibawah mikroskop
  3. Mengamati bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan

III. DASAR TEORI

3.1.    Sejarah Mikroskop

Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Atau mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. (Winatasmita, 1986 : 10)

Dapat dianggap bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan pangkal penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik suatu permukaan yang melengkung sudah dilakukan oleh Euclid (3000SM), Ptolemy (127-151), dan oleh Alhazan pada awal abad ke-11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik belum dilakukan. Baru pada abad ke-16, Leonardo da Vinci dan Maurolyco mempergunakan lensa untuk melihat benda-benda yang kecil.

Kakak beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang bernama Zachary dan Francis Jansen pada tahun 1590 menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah tabung. Penemuan ini dianggap sebagai prototip dari mikroskop. Tahun 1610 Galileo dengan kombinasi beberapa lensa yang dipasang dalam sebuah tabung timah untuk pertama kalinya berhasil digunakan sebagai sebuah mikroskop sederhana. (http://fungsi.info/mengenal-sejarah-mikroskop/)

Tahun 1632-1723, Anthony van Lauwenhoek dapat membuat lensa-lensa dengan perbesaran yang memuaskan untuk melihat benda-benda yan kecil. Walaupun demikian terdapat keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop dalam daya urainya. Mikroskop ini digunakan untuk melihat sel mikroba dalam tetes air.  Dalam melakukan pengamatan  Lauven Hooke amat tekun dan sabar, sehingga dengan menggunakan lensa, berbagai benda terkecil dapat di teliti.

Pada awal abad ke-17 telah ditemukan mikroskop dengan bentuk lensa tunggal. Cara menggunakan mikroskop ini adalah dengan meletakkan objek yang diperiksa pada ujung jarum dan sisi lain lensa dibawa kedekat mata. Dengan menekan atau mengendorkan jarum didepan lensa, maka akan diperoleh titik fokusnya. (http://www.scribd.com/doc/48032754/sejarah-mikroskop).

Setelah kemajuan dalam bidang teknologi maka muncul berbagai tipe mikroskop modern.

3.2.      Jenis-jenis Mikroskop

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

3.2.1  Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya (mikroskop optik), menggunakan lensa dari kaca dan sumber cahayanya berasal dari cahaya matahari atau lampu. Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber cahaya matahari.

Ciri-ciri mikroskop cahaya:

1)      Mikroskop cahaya biasanya digunakan untuk mengamati morfologi objek yang dilihat.

2)      Mikroskop cahaya menggunakan cahaya sebagai sumber penerangan. Oleh karena itu diperlukan lensa untuk untuk memeperbesar bayangan benda.

3)      Preparat (sediaan) harus tembus cahaya supaya dapat diamati dengan jelas. Oleh karena itu preparat harus diiris setipis mungkin dengan ketebalan tidak lebih dari 50 mikron. Biasanya menggunakan medium air yang diteteskan ke atas gelas benda.

4)      Objek dapat diamati dalam keadaan hidup atau mati

5)      Pengamat dapat mengamati langsung melalui lensa okuler sehingga pengamat dapat menegetahui bentuk, warna, dan gerakan objek.

6)      Bayangan dapat diperbesar hingga mencapai 100x, 400x,dan 1000x.

3.2.2  Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron merupakan hasil perkembangan yang lebih maju dari mikroskop cahaya. Adapun ciri-ciri mikroskop elektron sebagai berikut:

1)      Mikroskop electron menggunakan electron sebagai pengganti cahaya dan medan magnet sebagai pengganti lensa. Bayangan ditampilkan di layar monitor.

2)      Biasanya digunakan untuk mengamati bagian-bagian dari sel. Misalnya: organel, membran, atau molekul besar seperti DNA.

3)      Tidak dapat digunakan untuk mengamati objek yang masih hidup.

4)      Objek yang akan diamati harus sangat tipis dan berada di ruang hampa udara agar dapat ditembus elektron.

5)      Bayangan yang diperoleh dapat diperbesar hingga sejuta kali.

Mikroskop elektron terdiri atas dua macam, yaitu: Mikroskop elektron skanning (SEM: Scanning Electron Microscope) dan mikroskop elektron transmisi (TEM: Transmission Electron Microscope).

Mikroskop elektron skanning digunakan untuk mengamati secara detail permukaan sel, sedangkan mikroskop elektron transmisi digunakan untuk mengamati struktur internal sel.

(Djoko Arisworo,2006 : 174-175)

3.3.      Bagian-bagian dan Fungsi Komponen Mikroskop

Menurut (Anshory, 1984 : 4) mikroskop mempunyai bagian-bagian dan fungsi sebagai berikut :

  • Lensa objektif berfungsi memperbesar benda yang diamati.
  • Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan yang di hasilkan oleh lensa objektif.
  • Tabung berfungsi memperjelas pengamatan objek.
  • Pengatur halus berfungsi memperjelas kenampakan dari bayangan benda yang sedang dimati.
  • Lengan mikroskop berfungsi untuk pegangan jika mikroskop di pegang atau di pindahkan. 
  • Revolver berfungsi sebagai pengatur pembesaran pada lensa objektif.   
  • Penjepit berfungsi agar kaca objektif yang di gunakan tidak bergeser. 
  • Meja alas berfungsi sebagai tempt meletakkan gelas objek. 
  • Kondensor berfungsi sebagai pengumpulan cahaya.  
  • Diafragma berfungsi mengatur pencahayaan yang masuk kedalam kondensor. 
  • Penyetel kondensor berfungsi mengatur kondensor bagian dalam. 
  • Cermin cekung berfugsi untuk membantu pencahayaan pada mikroskop. 
  • Kaki mikroskop berfungsi sebagai penyangga mikroskop.

3.4    Sifat bayangan Pada Mikroskop

baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf a di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf a yang terbalik dan diperbesar.

3.5    Pembesaran

tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus:

 

3.6    Cara Menggunakan Mikroskop

  1. Letakkan kaca benda (object glass) beserta objek yang akan diamati (preparat/sediaan) pada meja objek. Aturlah posisi kaca benda sehingga objek yang akan diamati berada pada lapangan pandang.
  2. Jepitlah kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek.
  3. Sambil melihat dari samping, turunkan lensa objektif secara perlahan dengan menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati kira-kira 5 mm. Pada beberapa mikroskop, yang naik turun bukan lensa objektifnya tetapi meja objek (Hati-hati! Jangan sampai lensa objektif menyentuh/membentur gelas benda. Hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores).
  4. Perhatikan bayangan melalui lensa okuler. Gunakan pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Apabila bayangan belum terlihat, ulangi langkah (3).
  5. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, naik turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa (preparat tampak lebih jelas).
  6. Untuk memperoleh perbesaran kuat, kita dapat mengganti/mengubah lensa objektif dengan cara memutar revolver. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser.

3.7    Perawatan Mikroskop

Mikroskop merupakan peralatan biologi yang perlu dirawat dengan baik. Cara membawa mikroskop dengan baik adalah pegang tangkainya dengan tangan kanan dan letakkan tangan kiri untuk menopangnya. Jangan mengayun, melambungkan, atau menggetarkannya sewaktu meletakkan mikroskop dan jangan mengangkat mikroskop pada tubuh tabungnya, karena akan ada bagian yang lepas atau jatuh apabila hal ini  dilakukan. Mikroskop yang telah selesai dipakai harus dibersihkan, pakailah penutup plastik atau masukkan pada kotaknya agar terhindar dari debu. Simpan pada tempat yang kering dan usahakan dalam lemari yang dilengkapi dengan lampu untuk mengurangi kelembaban. Lensa yang kotor harus dibersihkan dengan kain lembut, kapas pengisap atau kertas lensa yang telah dibasahi dengan air bersabun, alkohol, atau xilol. Lakukan dengan hati-hati karena lensa mudah tergores, yang dapat mengakibatkan pengamatan menjadi kurang jelas.

3.8        Bentuk dan Struktur Sel

Semua makhluk hidup tersusun atas sel. Istilah sel dalam bahasa Yunani : kytos = sel , bahasa Latin : Cella = Ruang kosong. Pertama kali digunakan oleh Robert Hooke (1635-1703) pada waktu mengamati irisan gabus dengan menggunakan mikroskop, ia melihat irisan tersebut terdiri atas ruang-ruang kecil yang berbentuk seperti kotak.

Sel adalah segumpal protoplasma yang berinti, sebagai individu yang berfungsi menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. Sel itu setelah tumbuh dan berdeferensiasi, akan berubah bentuknya sesuai dengan fungsinya, ada yang menjadi epidermis berfungsi untuk melindungi sel-sel sebelah dalamnya ada yang menjadi tempat penyediaan makanan, ada yang berfungsi menjadi tempat persediaan makanan dan lain-lain.

(Yekti, 1994 : 17)

Sejak jutaan tahun yang lalu sudah ada kehidupan berbagai macam organisme. Untuk kelangsungan hidup dan mempertahankan jenisnya, setiap organism mengalami perubahan struktural dan fungsional dalam kurun waktu ratusan tahun, sehingga organism membentuk dua kelompok besar, yaitu: sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti. Sel intinya tidak begitu jelas, biasanya berupa nukleid. Sel prokariotik hanya memiliki membran luar yang membungkus setiap sel. Sel prokariotik umumnya terdapat pada organism uniseluler. Sedangkan sel eukariotik memiliki inti sel yang jelas. Inti dibatasi oleh membran inti, yang bahan intinya terdapat di dalam inti sel. Sel eukariotik memiliki dua membran rangkap, yaitu: membran sitoplasma dan membran inti. Di dalam inti sel terdapat sebagian besar DNA. Biasanya sel eukariotik membentuk organism multisel. (Joko Waluyo, 2006 : 18-19)

Selanjutnya kita dapat melihat lebih lanjut pada sel eukariotik yaitu pada hewan dan tumbuhan. Pada dasarnya struktur antara sel tumbuhan dan hewan sama, akan tetapi ada organel pada sel tumbuhan yang tidak dimiliki oleh sel hewan, yaitu dinding sel, kloroplas, plasmodesma, dan vakuola besar yang terdapat di dalam plastida. Begitu juga pada sel hewan memiliki sentriol dan badan golgi yang tidak dimiliki sel tumbuhan.

(Joko Waluyo, 2006 : 19-20)

Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel tersebut. Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplas, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel. (Sowasono, 1987 : 13)

3.9    Organel-organel Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

Pada awalnya organel hanya ditujukan untuk struktur bermembran, tetapi selanjutnya digunakan terbatas pada struktur subseluler. Baik sel tumbuhan maupun sel hewan mengandung mitokondria sementara hanya sel tumbuhan saja yang memiliki kloroplas. Hanya sel hewan saja yang memiliki sentriol.

Organel-organel sel dan fungsinya :
a. Nukleus (Inti sel)

merupakan inti sel yang umumnya berbentuk bulat dan terletak di bagian tengah sel. Nukleus berfungsi untuk mengatur segala aktivitas dalam sel. Mengandung beberapa enzim antara lain DNA polimerase, RNA polimerase, dan enzim yang digunakan dalam proses glikolisis maupun dalam siklus asam sitrat. Terpisah dari sitoplasma oleh membran inti.
b.Membran sel

Membran sel adalah membran yang menyelubungi plasma sel. Struktur membran sel merupakan mosaik fluida yang terdiri atas lipid, protein, dan karbohidrat. Membran plasma berfungsi untuk mengatur lingkungan dalam sel, dan membatasi perpindahan zat-zat yang terlibat pada reaksi dalam sel.
c.Sitoplasma

Sitoplasma fase cair dalam sel yang mengandung berbagai macam konstituen berupa organel sel, antara lain mitokondria, ribosom, dan lain-lain.
d.Mitokondria

Mitokondria organel yang berbentuk lonjong dan panjang dengan berbagai ukuran dan jumlah yang bervariasi. Mitokondria berfungsi sebagai tempat berlangsungnya oksidasi zat-zat makanan yang menghasilka energi.
e.Retikulum endoplasma

merupakan lorong-lorong kecil yang masuk ke bagian dalam sitoplasma dan membentuk jarring-jaring. Retikulum endoplasma terdiri dari retikuum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Retikulum endoplasma kasar ditempeli oleh ribosom sedangkan pada retikulum endoplasma halus tidak. Retikulum endoplasma kasar berfungsi sebagai tempat sintesis protein, sedangkan retikulum endoplasma halus berfungsi untuk sintesis lipid.
f.Dinding sel

Merupakan pelindung yang hanya dimiliki sel tumbuhan. Sel muda mula-mula membentuk dinding primer tipis, sering kali ada penambahan dinding sekunder yang lebih kuat di bagian dalam dinding primer ketika pertumbuhan terhenti. Lamela tengah yang lengket melekatkan sel-sel yang berdekatan menjadi satu. Dengan demikian, partisi multi-lapis di antara sel-sel ini terdiri atas dinding penghubung yang masing-masing disekresikan oleh selnya sendiri. Dinding ini tidak mengisolasi selnya: Sitoplasma dari salah satu sel berlanjut dengan sitoplasma dari sel tetangganya melalui plasmodesmata, saluran yang melintasi dinding (TEM).

g.Ribosom

Terdapat pada sitoplasma secara bebas / menempel pada retikulum endoplasma. Ribosom sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein. Pada sel tumbuhan letaknya menyebar dan ada juga yang menempel pada retikulum endoplasma.

h.Badan golgi

Termasuk dari dua struktur yang berbeda yaitu kumpulan kantong pipih yang saling melekat dan beberapa bulatan-bulatan kecil yang berada pada ujung-ujung kantong pipih. Berperan dalam sekresi protein keluar sel. Badan golgi hanya terdapat pada sel hewan. Pada tumbuhan dikenal sebagai diktisom berfungsi menumpuk protein.

i.Lisosom

Mengandung enzim berfungsi untuk mecerna bahan makanan masuk ke dalam sel, baik secara pisinositosis (makanan berupa cairan masuk secara diminum) maupun secara fagositosis (makanan padat masuk secara ditelan). Lysosom juga menggunakan enzim hidrolitiknya untuk mendaur ulang materi organic milik sel sendiri. Proses ini disebut dengan autofologi.

j.Sentrosom (sentriol)

Pada umumnya sel hewan memiliki sentrosom, letaknya pada sitoplasma dekat membran inti. Pada saat pembelahan mengandung dua sentriol, sebuah sentrosom terbentuk dari sembilan sel tabung masing-masing terdiri atas tiga buah mikrotobula, berfungsi menggerakkan kromosom pada saat pembelahan sel.

k.Plastida

Plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan, yang tidak berwarna disebut leokopas, yang berwarna disebut kromoplas. Leokoplas berfungsi untuk membuat amilum disebut amiloplas dan yang membentuk lemak disebut lisoplas. Sedangkan kromoplas mengandung klorofil yang disebut kloroplas.

l.Vakuola

Terdapat pada sel hewan maupun sel tumbuhan. Vakuola pada sel tumbuhan tampak lebih besar dan jelas terutama pada sel yang sudah tua, dan dikelilingi membran tunggal disebut tenoplas. Umumnya berisi air, phenol,anthosionin, alkaloid dan protein.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada sel tumbuhan dan sel hewan memiliki

perbedaan yang khas. (Kamajaya,1996:252)

3.10. Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan

Organel

Sel Tumbuhan

Sel Hewan

Dinding Sel

ada (tebal)

Tidak ada

Kloroplas

ada

Tidak ada

Plastida

ada

Tidak ada

Glioksisom

ada

Tidak ada

Vakuola

ada (besar)

ada (kecil)

Badan Golgi

diktiosom

ada

Sentriol

tidak ada

ada

Lisosom

tidak ada

ada

Sentrosom

tidak ada

ada

(Joko Waluyo, 2006 : 25)

 

 

 

 

 

 

 

IV. METODE PENELITIAN

4.1 Alat dan Bahan

Alat

a)      Mikroskop           : untuk mengamati sel hewan dan sel tumbuhan

b)      Gelas Objek         : sebagi tempat untuk membuat preparat yang akan

  di amati pada mikroskop

c)      Gelas penutup      : untuk menutup objek yang akan diamati dengan

  mikroskop

d)     Pipet tetes            : untuk mengambil air, methilen blue yang akan

  diteteskan pada objek

e)      Skalpel                 : untuk menambil epitel rongga mulut

f)       Silet tajam            : untuk mengambil sel umbi lapis bawang merah

 Bahan

a)      Potongan kertas huruf “b” atau “q” : sebagai bahan yang akan dilihat

                                                            bentuk bayangan

a)      Air                                   : medium untuk mengamati objek (sel

                                                 bawang merah)

b)      Epitel rongga mulut         : sebagai bahan yang akan diamati bentuk

                                                 selnya

c)      Bawang merah                 : sebagai bahan yang akan diamati bentuk

                                                 selnya

d)     Methilen blue                   : memudahkan dalam pengamatan sel hewan

e)      Alkohol 70%                   : bahan sterilisasi yang bertujuan agar sel

                                                 yang diambil tidak rusak

4.2 Cara Kerja

a. Pengamatan potongan huruf “b” atau “q”

Meletakkan potongan huruf “b” atau “q” pada gelas objek dan menutup perlahan-lahan dengan gelas penutup, lalu mengamati preparat dengan menggunakan perbesaran lensa objektif lemah

menggambar dan menuliskan hasil pengamatan

sambil memandang ke dalam okuler, menggeser preparat  dari kiri ke kanan

membandingkan letak bayangan dengan letak objek yang diamati

b. Pengamatan Epitel Rongga Mulut

membersihkan skalpel dengan alkohol

menetesi dengan methilen blue sedikit

mengorek bagian rongga mulut dengan skalpel

meletakkan hasil korekan pada kaca benda

menutup dengan kaca penutup

menggambar dan memberi keterangan bagian yang teramati

mengamati di bawah mikroskop dari perbesaran lemah ke kuat

 

 

 

 

 

 

 

 

c.  Pengamatan sel bawang merah (sel tumbuhan)

menetesi dengan sedikit air

menggambar dan memberi keterangan bagian yang teramati

mengambil selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah dengan silet tajam

silet tajam

mengamati di bawah mikroskop

menutup dengan kaca penutup

meletakkan hasil irisan pada kaca benda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V. HASIL PENGAMATAN

5.1 Hasil pengamatan potongan huruf  “b” dan “q” (Perbesaran 10X)

 

Hasil Pengamatan

Keterangan

 

b

q

  • Potongan huruf  “b” yang diamati dibawah mikroskop menghasilkan bayangan yaitu huruf “q” (bayangan bersifat maya, terbalik, diperbesar)
  • Jika preparat digeser ke kiri, maka bayangan preparat bergeser ke kanan.
  • Jika preparat digeser ke kanan, maka banyangan preparat bergeser ke kiri.
  • Jika preparat digeser ke belakang, maka banyangan preparat bergeser depan.
  • Jika preparat digeser ke depan, maka banyangan preparat bergeser belakang.

 

q

b

  • Potongan huruf  “q” yang diamati dibawah mikroskop menghasilkan bayangan yaitu huruf “b” (bayangan bersifat maya, terbalik, diperbesar)
  • Jika preparat digeser ke kiri, maka bayangan preparat bergeser ke kanan.
  • Jika preparat digeser ke kanan, maka banyangan preparat bergeser ke kiri.
  • Jika preparat digeser ke belakang, maka banyangan preparat bergeser depan.
  • Jika preparat digeser ke depan, maka banyangan preparat bergeser belakang.

       

 

 

5.2 Hasil pengamatan epitel rongga mulut (Perbesaran 10X)

Hasil pengamatan

Keterangan

 

1. Membran Sel

  1. Inti Sel
  2. Sitoplasma

5.3 Hasil pengamatan sel bawang merah (Perbesaran 10X)

Hasil pengamatan

Keterangan

 

1. Dinding Sel

  1. Inti Sel
  2. Sitoplasma

 

 

 

VI. PEMBAHASAN

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat atau mengenali benda-benda renik yang berukuran kecil menjadi terlihat lebih besar dari aslinya. Pada praktikum ini, praktikan menggunakan mikroskop cahaya, yaitu mikroskop yang menggunakan lampu sebagai pengganti cahaya matahari. Bagian-bagian dari mikroskop cahaya yaitu:

1. Lensa okuler : lensa mikroskop yang dekat dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak dan diperbesar dari lensa objektif.

2. Revolver : untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.

3. Lensa Objektif: Lensa ini berada dekat dengan objek yang diamati. Lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, diperbesar, dimana lensa ini diatur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.

4. Makrometer (pemutar kasar) : Berfungsi menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop secara cepat.

5. Mikrometer (pemutar halus) : Berfungsi menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.

6. Meja mikroskop : tempat meletakkan objek yang akan diamati.

7. Sumber cahaya : Mengatur sedikit-banyaknya cahaya yang masuk (digunakan)

8. Kondensor cahaya : berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat diputar dan dinaik-turunkan.

9. penjepit sampel : berfungsi menjepit sampel yang akan diamati agar tidak mudah bergeser.

Pada kegiatan praktikum kali ini, pengamatan pertama adalah pengamatan potongan huruf “b” dan “q” . Dari hasil pengamatan preparat, huruf “b” dengan perbesaran 10x diperoleh bayangan yang berbeda dengan benda aslinya yaitu berubah menjadi huruf “q”.  Begitu juga pada pengamatan preparat huruf “q” dengan perbesaran 10X diperoleh bayangan yang berbeda dengan benda aslinya yaitu berubah menjadi huruf “b” .  Perubahan yang terjadi disebabkan sifat dari lensa cekung sehingga benda yang kecil terlhat lebih besar dan terbalik dari benda aslinya. Hal ini menandakan bahwa sifat bayangan dari mikroskop yaitu : maya , terbalik , dan diperbesar. Hal ini juga dapat dilihat pada perlakuan ketika preparat di geser ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang ternyata bayangan yang dilihat pada mikroskop berlawan arah dengan arah perlakuan.

Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Dimana  lensa objektif akan menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, dan yang menentukan sifat bayangan akhir adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, yaitu maya, terbalik, dan diperbesar. Bayangan yang dibentuk lensa okuler inilah yang tampak oleh mata. Jadi bayangan yang dihasilkan pada mikroskop bukanlah bayangan cermin.

Pengamatan yang kedua adalah pengamatan bentuk dan struktur sel. Pada pengamatan ini menggunakan sel hewan (sel epitel rongga mulut) dan sel tumbuhan (sel bawang merah).

Pada pengamatan sel hewan, praktikan menggunakan sel epitel rongga mulut sebagai perwakilan dari sel hewan. dengan menggunakan perbesaran 10X, bagian sel epitel rongga mulut yang teramati berbentuk tidak teratur dikarenakan pada sel epitel rongga mulut tidak ditemukan dinding sel sehingga bentuk sel Epitel rongga mulut tidak tetap atau berubah-ubah. Akan tetapi pada pengamatan ini, praktikan dapat melihat adanya membran sel, inti sel dan sitoplasma.

  • Membran Sel

Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma, membungkus organel-organel dalam sel, dan berfungsi sebagai alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran merupakan dua lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel. Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol

  • Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat di dalam sel, kecuali di dalam inti dan organel sel. Khusus cairan yang terdapat di dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Sitoplasma bersifat koloid, yaitu tidak padat dan tidak cair. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air yang berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel.

  • Inti Sel (Nukleus)

Inti sel (nukleus) terdiri dari selaput inti, nukleoplasma, nukleolus dan kromatin. Nukleus merupakan sumber segala kegiatan kehidupan sel, karena memiliki kromatin yang mengandung ADN. Nukleus mengandung sebagian gen yang mengontrol sel eukariotik. (sebagian gen terletak dalam mitokondria dan kloroplas) Nukleus ini umumnya merupakan organel yang paling mencolok dalam sel eukariotik, rata-rata berdiameter 5µm.

Pada saat mengamati sel epitel rongga mulut, kita menggunakan scalpel untuk mengambil sel epitel rongga mulut. Akan tetapi sebelumnya scalpel tersebut dibersihkan terlebih dahulu menggunakan alkohol 70 %cara pengambilan epitel rongga mulut dengan menggunakan scalpel yang telah dibersihkan dengan alcohol 70%. Alkohol 70 % ini berfungsi sebagai bahan sterilisasi yang bertujuan agar sel yang diambil tidak rusak. Setelah itu, hasil korekan epitel rongga mulut diletakkan pada gelas obbjek yang kemudian ditetesi dengan larutan methilen blue. Hal ini bertujuan untuk memudahkan praktikan dalam pengamatan sel hewan tersebut. Dengan pemberian methylen blue  maka struktur sel dapat dilihat lebih seksama. Fungsi utama adalah memberi warna pada sel atau bagian lain, sehingga menambah daya kontras dan bagian-bagian sel tampak lebih jelas.

Pengamatan selanjutnya yaitu pengamatan terhadap sel tumbuhan dengan menggunakan bawang merah sebagai bahan pengamatan dengan perbesaran 10X. Bagian bawang merah yang diamati di bawah mikroskop adalah selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah. Bentuk sel yang teramati berbentuk teratur dan tersusun rapi di bandingkan dengan bentuk sel hewan yang teramati sebelumnya. Pada pengamatan sel umbi lapis bawang merah bagian dalam, praktikan dapat

Melihat adanya:

  • Dinding Sel

Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel memiliki bentuk tipis, berlapis-lapis, dan pada tahap awalnya lentur. Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan sel terutama adalah pektin (zat yang membuat agar-agar mengental). Lapisan inilah yang merekatkan sel-sel yang berdekatan. Setelah pembelahan sel, tiap belahan baru membentuk dinding dalam dari serat selulosa. Dinding ini terentang selama sel tumbuh serta menjadi tebal dan kaku setelah tumbuhan dewasa. Pada dinding sel ada bagian yang tidak menebal, yaitu bagian yang disebut noktah. Melalui noktah ini terjadi hubungan antara antara sitoplasma satu dengan yang lain yang disebut plasmodesmata. Plasmodesmata berupa juluran plasma, yang berfungsi menjadi pintu keluar masuknya zat. Sebagian besar isi dari sel berupa air. Tekanan air atau isi sel terhadap dinding sel disebut tekanan turgor. Dinding sel dan vakuola berperan

dalam turgiditas sel.

  • Membran plasma

Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.
Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel. Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.

  • Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat di dalam sel, kecuali di dalam inti dan organel sel. Khusus cairan yang terdapat di dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Sitoplasma bersifat koloid, yaitu tidak padat dan tidak cair. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air yang berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa antara sel hewan dan tumbuhan memiliki beberapa perbedaan akan tetapi meskipun  demikian kedua sel ini pada dasarnya memiliki struktur dasar yang sama. Salah satunya yakni Nukleus, yang sama-sama ditemukan pada kedua sel ini. Letak Nukleus atau inti sel berdasarkan pengamatan tidak selalu berada ditengah/pusat, Letak nukleus pada umumnya memang dapat kita amati pada bagian tengah dari sel.

 

 

 

 

 

VII. Penutup

7.1 Kesimpulan

  • Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat atau mengenali benda-benda renik yang berukuran kecil menjadi terlihat lebih besar dari aslinya.
  • Mikroskop membentuk bayangan bersifat maya, terbalik, dan diperbesar.
  • Dalam penggunaan mikroskop di butuhkan ketelitian agar hasil yang di dapatkan maksimal
  • Terdapat perbedaan dan persamaan antara sel hewan (sel epitel rongga mulut)  dan sel tumbuhan (sel bawang merah).

Persamaan antara sel bawang merah dan sel epitel rongga mulut

  1. Pada pengamatan sel bawang merah dan sel mukosa pipi yang tampak jelas adalah inti sel.
  2. Organel sel tidak dapat teramati dengan jelas

Perbedaan antara sel bawang merah dan sel epitel rongga mulut

  1. Sel bawang merah adalah sel tumbuhan, sel epitel rongga mulut adalah sel hewan
  2. Pada pengamatan sel bawang merah tampak jelas inti sel dan dinding sel. Sedangkan pengamatan sel epitel rongga mulut tampak jelas inti sel dan membran sel.

 

7.2 Saran

Dalam pelaksanaan praktikum, hendaknya disediakan waktu yang sesuai dengan topik (acara) praktikum. Agar pelaksanaan praktikum berjalan lancer dan tidak tergesa-gesa.

VIII. DAFTAR PUSTAKA

Djoko, Arishworo.2006. Biologi Umum. Bandung : Grafindo

Kamajaya.1996. Sains Biologi. Ganesa Exact. Bandung.

Sowasono, Haddy. 1987. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.

         Waluyo, Joko. 2006. Biologi Dasar. Jember. Universitas Jember

         Winatasasmita, Djamhur. 1986. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan.

                  Universitas Indonesia. Jakarta.

         Yekti, S. 1994. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

         http://www.scribd.com/doc/48032754/sejarah-mikroskop

         http://fungsi.info/mengenal-sejarah-mikroskop/

Terlanjur Cinta

Waktu bergulir lambat merantai langkah perjalanan kita
Berjuta cerita terukir dalam menjadi sebuah dilema
Mengertikah engkau perasaanku tak terhapuskanPuisi-Tangisan-Malam

Malam menangis tetes embum basahi mata hatiku
Mencoba bertahan diatas puing-puing
Cinta yang telah rapuh
Apa yang ku genggam tak mudah aku lepaskan

Aku terlanjur cinta kepadamu
Dan tlah ku berikan seluruh hatiku
Tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku

Aku pun tak mengerti yang terjadi
Apa salah dan kurang ku padamu
Kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
Karna sekali cinta aku tetap cinta

Mencoba bertahan diatas puing-puing
Cinta yang telah rapuh
Apa yang ku genggam tak mudah untuk aku lepaskan

Aku terlanjur cinta kepadamu
Dan tlah ku berikan seluruh hatiku
Tapi mengapa baru kini kau pertanyakan
Kau pertanyakan cintaku

Kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
Karna sekali cinta
Karna sekali cinta aku tetap cinta

Kerinduan Hati

Malam ini, aku pengen banget menulis,, entah apa yang pengen ku tulis,, perasaanku enggak menentu, sudah lama aku enggak merasakan rasa yang membuatku ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Peristiwa malam ini mengingatkan aku pada semua sahabatku,, membuat aku rindu “setengah mati” pada mereka.. Ya Allah, apa kabar mereka semua?? Lama sekali tak melihat senyum sahabat-sahabatku  ,, akankah aku bisa lagi bertemu dan bersama-sama mereka seperti dulu?? Mereka yang slalu memberiku alasan untuk selalu tersenyum..dan mereka yang membuat aku kehilangan alasan untuk marah ^_^.
Sahabat itu peduli
Sahabat itu sehati
Sehabat itu sejati 

Nilai Nikmat

Seseorang bertanya pada Rasulullah, “Apa nikmat terkecil yang wajib kita syukuri?”
Beliau menjawab, “Satu tarikan nafas”.
Risaet membuktikan: dalam 1 hari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen. harga oksigen Rp 25.000/liter dan harga nitrogen Rp 9.950/liter. jika harus membeli, berarti dalam sehari kita harus membayar Rp 170 juta, sebula Rp 5,1 Milyar!!!… tapi Allah menggratiskan dua zat tersebut.berdoa
ALHAMDULILLAH,,,
SYUKURI NIKMAT TERSEBUT SEBELUM NIKMAT TERSEBUT DICABUT DARI TUBUH ANDA…