MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN

I.     JUDUL

MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN

II.    TUJUAN

  1. Mahasiswa dapat menjelaskan jaringan penyusun pada hewan
  2. Mahasiswa dapat menjelaskan jaringan penyusun pada tumbuhan

III. DASAR TEORI

Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Pada saat perkembangan embrio, jaringan mudah (germ layers) berdiferensiasi dan spesialisasi menjadi empat macam jaringan dasar, yaitu: jaringan epitel, jaringan ikat jaringan otot, dan jaringan saraf. (Waluyo, 2006 : 35)

1)      Jaringan epitel

Istilah epithelium berasal dari kata epi yang berarti upon atau di atas dan thele atau puting. Dengan berkembangnya pemakaian mikroskop, istilah epitel tidak terbatas pada kumpulan sel yang membentuk membran yang menutupi, tetapi juga digunakan untuk kelenjar.

Jaringan epitel merupakan lapisan yang membatasi permukaan badan, kulit, dan membran mukosa. Epitel dapat berupa membran dan dapat berupa kelenjar. membran dibentuk oleh lembaran sel-sel dan meliputi permukaan luar atau membatasi permukaan dalam.

Sifat-sifat umum jaringan epitel:

a)      Sel-selnya memiliki bentuk yang agak teratur dan tidak banyak memiliki proses protoplasma yang luas.  Lembaran-lembaran epitel kebanyakan menempel erat satu sama lain.

b)      Antara sel-sel terdapat sedikit kerangka struktural.

c)      Jaringan epitel tidak mempunyai persediaan dari pembuluh darah dan harus diberi persediaan makanan melalui difusi dari lapisan-lapisan kapiler yang ada di bawahnya.

d)     Jaringan-jaringan epitel terikat erat pada jaringan konektif yang terletak di bawahnya oleh selaput tipis yang disebut dengan lamina basal atau membrane dasar.

e)      Jaringan epitel dapat diamati pada saat mitosis, dan bila mitosis terjadi menandakan adanya pembaruan sel.

(Waluyo, 2006 : 37)

Jaringan epitel memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut:

  1.  Proteksi

b. Absorbsi

c. Lubrikasi

d. Sekretori

(Waluyo, 2006 : 37-38)

Bentuk jaringan epitel pada dasarnya dapat dibedakan atas dasar bentukan sel dan jumlah lapisannya. Jaringan epitel dapat terdiri atas selapis sel atau bertingkat yang terdiri atas dua atau lebih lapisan. Bentuk sel individu dapat berbentuk pipih (squamosa), kubus (epitel kuboidal), dan kolumnar (epitel kolumnar). Sel-sel bertingkat semu atau pseudostratifield kolumnar yang bersilia dapat dibedakan dengan melihat nukleus epitelnya.

(Rachmadiarti, 2007 : 197)

2)      Jaringan Ikat

Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Sel-sel tersebut mensintesis matriks, dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya. Jaringan ikat adalah jaringan yang menyambung, mengikat, dan menyokong jaringan (fungsional aktif) lain.

Fungsi jaringan ikat adalah sebagai berikut:

  1.  Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain

b. Membalut berbagai saluran dan rongga

c. Menyalurkan bahan dari suatu jaringan

d. Mengisi rongga dan celah

e. Menghasilkan bahan penangkal (imunitas)

f. Menunjang alat tubuh

g. Pelndung alat lunak

h. Cadangan air, elektrolit mineral, dan energy (lemak).

(Waluyo, 2006: 44)

Karakteristik umum jaringan ikat antara lain:

  1. Banyak dijumpai pada tubuh

b. Sel dan jaringan ikat tidak tersusun berdekatan, tetapi dihubungkan oleh

 matriks.

c. komposisi dari matriks menentukan macam dan karakter jaringan ikat

             dari fluid hingga keras.

Macam-macam sel jaringan ikat:

  • Fibroblas yang mensintesis serat protein untuk membentuk matriks
  • Sel tiang yang biasanya terdapat di dekat pembuluh darah dan menghasilkan heparin yang mencegah darah membeku
  • Makrofag yang berfungsi sebagai system kekebalan tubuh.

(Yulianto, 2011)

Macam-macam jaringan ikat antara lain:

1. Jaringan ikat longgar

2. Jaringan ikat padat

3. Jaringan lemak

4. Jaringan rawan

5. Tulang

6. Darah

(Yekti, 1994 : 125)

a)      Gbr kartilago hialin, b) gbr kartilago fibrosa

3)      Jaringan Otot

Jaringan otot terspesialisasi untuk berkontraksi, karena mengandung protein kontraktil yang dapat memungkinkan untuk memanjang dan memendek.

Jaringan otot sebagian besar sel-selnya berbentuk serabut-serabut dengan ukuran panjang bervariasi. Pada mamalia ada tiga macam jaringan otot, yaitu :

  1. Jaringan otot rangka
  • Terdiri dari berkas-berkas sel yang sangat panjang (sampai 30cm)
  • Berbentuk silindris
  • Berinti banyak
  • Terdapat garis-garis melintang dengan garis tengah 1-100 mikrometer
  • Kontraksinya cepat, kuat, dan biasanya di bawah sadar.
  • Berfungsi menggerakkan persendian
  1. Jaringan otot polos
  • Terdiri atas sel panjang
  • Tidak bergalis lintang atau tidak bercorak atau involunter
  • Masing-masing dibungkus oleh lamina basalis dan jalinan serat retikulin yang berfungsi menggabungkan kekuatan yang dibangkitkan setiap serat otot polos menjadi semacam aksi bersama. Misal: gerak peristaltik pada usus
  • Fungsi utama dari otot polos adalah menyempitkan dan melonggarkan rongga atau saluran
  1. Jaringan otot jantung
  • Sel otot jantung kurang lebih parallel satu dengan yang lainnya
  • Panjang sel bervariasi kira-kira 85 mikrometer dengan garis

      tengah kurang lebih 15 nanometer

  • Sel otot jantung memperlihatkan pola pita bergaris melintang yang sama dengan pola garis melintang pada otot rangka
  • Di sekeliling sel-sel otot terdapat selubung halus jarring-jaring ikat endosium yang mengandung jalinan yang kaya dengan pembuluh darah

Sel-sel otot yang disebut serabut otot, sebagian besar sitoplasmanya terisi myofibril, yaitu serabut yang dapat berkontraksi.

(Parjatmo, 1987: 17)

4)      Jaringan Saraf

Jaringan saraf berfungsi untuk melakukan koordinasi dari tubuh, karena kemampuannya untuk menghantarkan impuls saraf yang berasal dari suatu rangsang. Secara anatomis, susunan atau jaringan saraf dibagi dalam jaringan saraf pusat (terdiri atas otak dan medula spinalis) dan jaringan saraf tepi (terdiri dari serat saraf dan kumpulan kecil sel-sel saraf yang disebut ganglion saraf).

(Waluyo, 2006 : 62-63)

Jaringan saraf merupakan perkembangan dari lapisan embrional ektoderm, dan tersusun atas sel-sel saraf (neuron) dan sel glia (neuroglia).

  1. Neuron

Neuron respon terhadap stimulus lingkungan dengan mengubah perbedaan potensial yang ada di antara permukaan luar dan dalam membrane. Neuron segera beraksi terhadap stimulus dan modifikasi potensial listrik  dapat terbatas pada tempat yang menerima stimulus atau dapat disebarkan ke seluruh bagian neuron oleh membran. Penyebaran ini disebut potensial aksi atau impuls saraf, mampu melintasi jarak yang jauh. Impuls saraf meneruskan informasi ke neuron lain., otot, dan kelenjar.  melalui proses pembentukan analisis, identifikasi, dan pengintegrasian informasi maka susunan saraf membentuk dua fungsi yang besar, yaitu stabilitas kondisi internal (misalnya: tekanan darah) dar organism dalam batas-batas normal, dan pola perilaku (misalnya: makan, reproduksi).

Neuron terdiri atas badan sel (soma) dengan permukaan luas

dan bercabang-cabang atau serabut saraf (neurit) terdapat dua macam

yaitu dendrite dan akson.

  1. Neuroglia

Neuroglia memiliki juluran-juluran pendek yang menunjang dan melindungi neuron dan berperan serta dalam aktivitas neuron.

Neuron dapat dibagi menjadi:

  1. Makroglia
  2. mikroglia

Jaringan tumbuhan terdiri atas jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan pelindung, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut.

Terjadinya jaringan tumbuhan ialah karena adanya pembelahan sel-sel. Selain itu, pembentukan jaringan juga erat hubungannya dengan pembentukan berbagai alat pada tumbuhan, akar, batang, daun, bunga,buah, dll. (Waluyo, 2006: 70-71)

  1. 1.      Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya mampu membelah diri dengan cara mitosis secara menerus (bersifat embrional) untuk menanmbah jumlah sel-sel pada tumbuhan. Jaringan meristem dapat dibagi 2 macam, yaitu :

  1. a.      Jaringan meristem primer

Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contoh: ujung batang, ujung akar. Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer

disebut pertumbuhan primer.

  1. b.      Jaringan meristem sekunder

Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium. Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem. Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar. Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka).

Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu. Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.

Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan atas:

a. Meristem apikal (meristem ujung)

Meristem apikal (meristem ujung)terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan cabang, serta ujung akar. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.

b. Meristem interkalar/aksilar (meristem antara)

Meristem interkalar/aksilar (meristem antara) terdapat di antara jaringan dewasa, misalnya pada pangkal ruas batang. atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.

  1. c.    Meristem lateral (meristem samping)

Meristem lateral (meristem samping) merupakan meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang. Meristem lateral terletak sejajar dengan permukaan organ, misalnya kambium dan kambium gabus
(Anonim 1, 2013)

  1. 2.      Jaringan Parenkim

Parenkim merupakan jaringan tanaman yang paling umum dan belum berdiferensiasi. Kebanyakan karbohidrat non-struktural dan air disimpan oleh tanaman pada jaringan ini. Parenkim biasanya memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama (isodiametrik) dan protoplas aktif dibungkus oleh dinding sel primer dengan selulose yang tipis. Ruang interseluler antar sel umum terdapat pada parenkim. Merupakan bagian yang paling banyak terdapat pada tumbuhan.

Sel- sel penyusun jaringan parenkim tidak terspesialisasi. Oleh karena itu, sel- sel jaringan parenkim dapat berubah menjadi jaringan lain. Sel- sel jaringan parenkim juga bersifat fleksibel (lentur). Hal ini dimungkinkan karena dinding selnya tipis.

 

 

Ciri-ciri Jaringan Parenkim:

  • Dinding selnya tipis, dinding selnya jarang mengandung lignin

—   Bagian selnya mempunyai noktah-noktah yang menjamin

lancarnya pertukaran zat-zat yang diperlukan tumbuhan

—   Bersifat maristematis

—   Bentuk vakuola yang besar dan banyak

—   Berbentuk segi enam/bulat

—   Terdapat ruang antar sel

—   Terdapat diantara jaringan yang lain

Letak Jaringan Parenkim

Jaringan parenkim terletak hampir semua organ tumbuhan seperti:

—   Pada batang dan akar

—   Pada empelur batang

—   Dalam daun (mesofil)

—   Daging buah

—   Pada endosperma (jaringan sel yang menyimpan cadangan makanan

Fungsi Jaringan Parenkim

  • Menyimpan cadangan makanan
  • Tempat fotosintesis
  • Sebagai penyokong tubuh tumbuhan saat vakuola berisi air

Jenis Parenkim

Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi bebrapa jenis jaringan, yaitu:

a)      Parenkim Asimilasi.

Parenkim asimilasi yaitu sebagai pembuat zat makanan bagi tumbuhan yang diproses dari fotosintesa di daun. Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun, batang yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

b)      Parenkim penimbun

adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang, umbi akar, umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein. Parenkim penimbun berfungsi dalam menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan berupa hasil fotosintesa, seperti protein, amilum, gula tepung, atau lemak.

c)      Parenkim air

adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.Parenkim air berfungsi sebagai tempat menyimpan air pada tumbuhan xerofit /epifit (sedikit air) untuk menghadapi kemarau misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.

d)     Parenkim udara (aerenkim)

adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.Parenkim udara disebut sebagai aerenkim bertugas menyimpan udara dalam kantung besarnya, terdiri dari sel gabus dengan rongga yang besar sehingga membantu menjaga kelebihan air pada tumbuhan dengan habitat perairan.Ruang antar selnva besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air, misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok

(Safruddin, 2013)

  1. 3.      Jaringan Pelindung (Epidermis)

Epidermis merupakan lapisan sel-sel paling luar dan menutupi permukaan daun, bagian-bagian bunga, buah, biji serta batang dan akar. Biasanya epidermis hanya terdiri dari selapis sel yang berbentuk pipih dan rapat.  Fungsi jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan di dalamnya serta sebagai tempat pertukaran zat. Jaringan epidermis daun terdapat di permukaan atas dan permukaan bawah daun. Jaringan epidermis daun tidak mempunyai kloroplas kecuali pada bagian sel penutup stomata.

Secara umum, fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung. Namun, sel-sel epidermis sering kali memiliki cirri dan fungsi khusus yang berkaitan dengan fungsi utama organ yang ditutupi. Jaringan epidermis dapat juga berkembang dan mengalami modifikasi menjadi sel rambut akar, sel penutup pada stomata, dan sel-sel khusus lain yang merupakan derivatnya. Epidermis, seperti halnya kulit pada tubuh kita, yang merupakan komponen perlindungan pertama untuk melawan kerusakan fisik dan organisme-organisme patogenik.

 

Ciri-ciri jaringan epidermis adalah:

a) Tersusun dari sel-sel hidup.

b) Terdiri atas satu lapis sel tunggal.

c)  Beragam bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun

     rapat tidak ada ruang antar sel.

d) Tidak memiliki klorofil.

e)  Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan

     udara mengalami penebalan , sedangkan dinding sel jaringan 

     epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding

                    selnya tetap tipis.

  1. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri dari xylem yang menggunakan jaringan pengangkut air dan floem sebagai jaringan pengangkut bahan organic (bahan-bahan makanan). Xylem dan Floem bersama-sama sering disebut sebagai berkas pengangkut (berkas vascular). Tumbuhan yang mempunyai jaringan pengangkut disebut tumbuhan vaskular, termasuk di dalamnya Pteridophyta dan Spermatophyta. Dari kedua bagian berkas pengangkut itu, xilem mempunyai struktur yang lebih tegar sehingga dapat utuh sewaktu berubah menjadi fosil dan dapat dipakai sebagai bahan identifikasi bagi tumbuhan jenis vaskular.

a.     Xilem

Pada dasarnya xilem merupakan jaringan kompleks karena terdiri dari beberapa tipe sel yang berbeda, baik yang hidup maupun tidak hidup. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran transpordan penyokong. Xilem juga dapat mempunyai serabut sklerenkim sebagai jaringan penguat, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berfungsi dalam berbagai kegiatan metabolisme.

b.    Floem

Floem juga merupakan jaringan kompleks, terdiri dari beberapa unsur dengan tipe yang berbeda, yaitu buluh tapisan, sel pengiring, parenkim, serabut dan sklereid. Kadang-kadang ada sel atau jaringan sekretori yang bergabung di dalamnya, misalnya kelenjar getah. Fungsi floem sebagai jaringan translokasi bahan organik (asimilat) yang terutama berisi karbohidrat. Dalam jumlah kecil ditemukan juga asam amino dan hormone

c.     Kambium

Kambium adalah lapisan sel atau lapisan jaringan pada

tumbuhan yang  aktif membelah. Kambium terdapat di antara Xilem dan Floem.

  1. 5.      Jaringan Penguat

A. Kolenkim

Merupakan sel hidup dan mempunyai sifat yang sama dengan parenkim. Sel-selnya ada yang mengandung kloroflas. Umunya terletak di bagian dekat permukaan dan di bawah epidermis pada batang,

tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Sel kolenkim biasanya memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkim itu terdapat. Dinding kolenkim mengandung hemiselulosa dan mengalami penebalan yang tidak merata, biasanya terjadi di sudut-sudut sel. Berdasarkan penebalan dinding selnya kolenkim dibedakan atas:

a.    Kolenkim angular (kolenkim sudut) adalah penebalan dinding yang

terdapat pada sudut sel dan memanjang mengikuti sumbu sel. Pada

irisan melintang, epenbalan itu terlihat di sudut sel tempat

bertemunya tiga atau lebih sel.

  1. Kolenkim lemelar (kolenkim lempeng) adalah penebalan dinding sel terutama pada dinding tengestial (sejajar permukaan organ)

sehingga pada irisan melintang terlihat seperti papan berderet-deret

c.   Kolenkim lakunar adalah penebalan yang terdapat pada bagian

dinding sel yang menghadap ruang antar sel

  1. Kolenkim anular (tubular) adalah penebalan dinding yang merata

sehingga ruang antar sel (lumen) menjadi bentuk pipa

Fungsi jaringan kolenkim adalah sebgaai penyokong bagian tubuh tumbuhna muda yang sedang tumbuh

B.  Sklerenkim

Merupakan jaringan yang sel-selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin atau senyawa lain. Biasanya skelereid terdiri dari sel-sel mati. Menurut bentuk selnya, sklerenkim dapat dibedakan menjadi:

  1. a.      Serabut

Terdapat di berbagai bagian tubuh tumbuhan, dapat juga berada diantara jaringan dasar tetapi pad umumnya terdapat pada berkas pengangkut. Dapat berupa sel tunggal di antara jaringan dasar tetapi pada umumnya bergerombol membentuk pipa, anyaman berbentuk silinder yang sejajar dengan permukaan tubuh.

–    Serabut xilar               : strukturnya sangat bervariasi karena ukuran,

                                                           bentuk, tebal dinding selnya berbeda-beda.

                                                           Umumnya sulit dibedakan dengan trakeid

                                                            karena letak serta fungsinya sangat erat

–    Serabut extraxilar      : umumnya berupa unsure panjag dengan

                                             ujung runcing, tumpul atau bercabang dan

                                             dindingnya sangat tebal yang berupa lignin.

 

b.    Sklereid

Terdapat di berbagai tubuh tumbuhan. Sel-selnya dapat mengumpul menjadi jaringan keras diantara jaringan yang lain yang lunak atau menyusun seluruh bangunan keras, misalnya kulit biji. Sel sklereid dapat pula membentuk iodoblas yaitu sel yang jelas berbeda dari sel-sel lain yang mengelilinginya baik bentuk, ukuran, maupun tebal dinding selnya.

–    Brankesklereid (sel batu)         : bentuknya membulat, biasanya

                                                                           terdapat  pada floem, korteks, kulit

                                                                           batang serta daging buah. Contoh:

                                                                           buah pear.

–    Makroskereid                            : berbentuk seperti batang, sering

                                                           membentuk deretan tegak lurus

                                                           dengan permukaan biji. Misalnya

                                                           pada biji Leguminosae yang keras
–    Osteosklereid                             : bentuknya seperti tulang paha,

                                                            ujungnya membesar, kadang-

                                                            kadang bercabang, terdapat pada

                                                            kulit biji dan mesofil beberapa

                                                            daun
–    Asteroskelereid                          : bentuknya seperti binatng atau

                                                           bercabang-cabang, terutama

                                                           terdapat di daun

–    Trikosklereid                             : benttuknya relative panjang dan

                                                            bercabang, biasanya terdapat pada

                                                            mesofil daun.

Fungsi skerenkim adalah sebagai penguat bagian tubuh tumbuhan yang sudah dewasa dan melindungi bagian-bagian lunak lebih dalam.

(iceteazegeg, 2013)

IV. METODE PENELITIAN

4.1 Alat dan Bahan

4.1.1        Alat

a)      Mikroskop

4.1.2        Bahan

a)      Preparat awetan jaringan ikat dan otot (jaringan hewan)

b)      Preparat awetan penampang melintang akar, batang, dan daun.

(jaringan tumbuhan)

4.2 Cara Kerja

a. Pengamatan Jaringan Hewan

Menggambar dan memberi keteragan bagian-bagian dari preparat yang dilihat

Memperhatikan struktur atau bentuk selnya

Meminta petunjuk pada pembimbing apabila mengalamikesulitan

Meletakkan preparat melintang bahan (daun, batang, dan akar) di bawah mikroskop

b. Pengamatan Jaringan Tumbuhan

Mengamati di bawah mikroskop dari perbesaran lemah ke kuat

Menggambar bagian yang terlihat serta memberi keteranga secara lengkap

 

V. HASIL PENGAMATAN

5.1 Hasil Pengamatan Jaringan Ikat Padat Tak Teratur

Gambar

Keterangan

 

 

 

  

5.2 Hasil Pengamatan Jaringan Ikat Kendur

Gambar

Keterangan

 

 

5.3 Hasil Pengamatan Jaringan Otot Jantung

Gambar

Keterangan

 

 

 

5.4 Hasil Pengamatan Jaringan Otot Polos

Gambar

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.5 Hasil Pengamatan Batang jagung

Gambar

Keterangan

 

 

 

5.6 Hasil Pengamatan Daun

Gambar

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.7  Hasil pengamatan Akar Dikotil

Gambar

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VI. PEMBAHASAN

Percobaan pertama dan kedua adalah pengamatan terhadap jaringan ikat padat tak teratur dan ikat kendur sebagai perwakilan dari jaringan  ikat. Jaringan ikat adalah jaringan yang secara umum berfungsi mengikat, menambat, dan menyokong berbagai jaringan, organ, dan bagian badan, dimana jaringan ini dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit. Jaringan ikat padat adalah jaringan yang susunan serat-seratnya padat. Secara umum memiliki fungsi:

(1)   Menghubungkan berbagai organ tubuh, misalnya otot dengan tulang

(2)   Memberikan sokogan dan perlindungan terhadap organ tubuh

Pada pengamatan jaringan ikat padat tak teratur dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 4 x 10, bagian-bagian yang terlihat antara lain: Sel fibrosa, sel kolagen dan serabut elastin.

  • Sel Fibrosa

Sel ini berfungsi untuk mensintesis protein yang menyusun serat matriks.

  • Serabut kolagen

Serabut kolagen terdapat pada semua jenis jaringan ikat. Terdiri atas protein kolagen. Pada keadaan segar berwarna putih. Diameternya berkisar antara 1-12 mikron. Susunan serabut kolagen bergelombang, karena bersifat lentur.

Serabut kolagen memiliki daya tahan tarik tinggi. Serabut kolagen dijumpai pada tendon, ligamen, kapsula, dll. Serabut ini bening dan terlihat garis memanjang. Bila kolagen direbus akan menghasilkan gelatin. Serabut kolagen dapat dicerna oleh pepsin dan enzim kolagenase.

  • Serabut Elastin

Serabut elastin terlihat sebagai pita pipih atau benang silindris panjang dan sangat elastis. Daya elastisitas ini disebabkan karena serabut elastin mengandung protein elastin. Elastin merupakan material amorf yang kandungan utamanya adalah asam amino glisin dan prolin. Serat elastin tidak terpengaruh oleh air panas atau dingin atau larutan asam dan alkali. Tertapi dapat dicerna secara enzimatik oleh enzim elastase pankreas. Ukurannya antara 1-4 mikrometer. Lazimnya bercabang dan membentuk jalinan. Dalam keadaan segar, serabut elastin berwarna kekuning-kuningan. Dengan pengecatan HE serabut elastin berwarna merah jambu. Terdapat pada organ yang memerlukan daya elastisitas ,yaitu daun telinga, pita suara, trakea, ligamentum nukhe, kulit dan pembuluh arteri.

Jaringan ikat kendur adalah jaringan yang susunan serat-seratnya longgar.

Jaringan ikat kendur memiliki fungsi antara lain, yaitu:

(1)   Membentuk membran yang membatasi jantung dan rongga perut.

(2)   Mengikatkan kulit pada jaringan di bawahnya.

(3)   Mengelilingi pembuluh darah dan saraf yang menyusup ke organ.

(4)   Pengikat lapisan epitelium pipih membentuk lembar mesenterium.

(5)   Membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh.

(6)   Memberi bentuk organ dalam seperti kelenjar limfa, sumsum tulang, dan hati.

Pada pengamatan jaringan ikat kendur ini, bagian-bagian yang terlihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 4 x 10 antara lain: serabut kolagen dan serabut elastin, yang memiliki fungsi yang telah dijelaskan di atas.

Percobaan ke tiga dan keempat adalah pengamatan jaringan otot. Jaringan otot adalah jaringan yang tersusun oleh sel-sel otot yang memanjang dan mengandung serabut-serabut halus (miofibril) sehingga memungkinkan untuk berkontraksi dan berelaksasi. Kemampuan untuk berkontraksi kemudian berelaksasi ini menyebabkan otot dapat berfungsi menggerakkan tubuh pada tempat melekatnya otot tersebut. Pada percobaan ke dua ini, praktikan mengamati preparat awetan otot jantung dan otot polos sebagai perwakilan dari jaringan otot.

Pada pengamatan jaringan  otot jantung, bagian-bagian yang dapat diamat atau terlihat di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 4 x 10 antara lain:

  • Inti Sel (nukleus)

Sel otot jantung memiliki satu atau dua inti pucat yang terletak di tengah-tengah yang tidak berbentuk lonjong.

  • Sitoplasma

Berfungsi melakukan kegiatan pembongkaran dan penyusunan zat-zat

melaui reaksi kimia.

  • Diskus interkalaris

Merupakan batas di antara serat-serat otot jantung yang ditandai dengan garis melintang.

  • Membran Sel

Berfungsi sebagai pembatas sel yang memungkinkan terjadinya lalu lintas zat-zat tertentu.

Selanjutnya adalah pengamatan preparat awetan jaringan otot polos, didapatkan bentuk sel otot polos yang panjang atau berupa serabut dengan panjang yang bervariasi (gelendong) yang ujungnya meruncing, berinti satu serta tidak ada warna gelap terang. Otot polos bekerja tanpa kita sadari. Otot polos bekerja secara relatif lambat tetapi berkelanjutan karena terletak pada organ-organ dalam, kecuali jantung. Disebut otot polos karena serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling sehingga sarkoplasmanya (sitoplasma dalam sel otot) tampak polos dan homogen. bagian-bagian yang terlihat pada pengamatan preparat awetan jaringan otot polos di bawah mikroskop antara lain:

  • Inti sel (nukelus)

Setiap sel otot polos memiliki inti tunggal di pusat sesuai dengan sumbu panjang serat pada bagian sel yang paling lebar. Inti berbentuk lonjong atau batang. Agar terhimpit lebih erat bagian yang sempit dari sel terletak berdampingan dengan bagian lebar sel tetangga.  Bila susunan demikian di lihat pada potongan demikian akan tampak berbagai ukuran garis tengah dan bagian yang terbesar saja yang mengandung inti. Bilaotot berkontraksi, inti memendek dan tampak mirip alat pembuka penutup botol, sedangkan batas-batas sel tampak bergelembung.

  • Membran Plasma

Membran plasma pada otot sering disebut sarkolema (Sarcolemma). Dengan mikroskop cahaya kurang jelas, tetapi dengan mikroskop elektron tampak sebagai selaput ganda (double membrane), masing-masing:

v  Selaput luar, tebalnya berkisar antara 25-30 Angstrom. Ruang intermedier, kira-kira 25 Angstrom

v  Selaput dalam, tebalnya 25-30 Angstrom.

Pada daerah hubungan posisi antara otot polos, selaput luar tampak menyatu. Hubungan ini dianggap lebih serasi dari pada hubungan antar sel dengan desmosoma. Hubungan ini berperan memperlancar transmisi impuls untuk kontraksi dari satu otot ke otot yang lainnya. Pendapat lain mengatakan bahwa tenaga yang terjadi pada waktu kontraksi dapat dipindahkan ke lain alat tubuh melalui serabut kolagen atau elastis.

  • Sitoplasma (sarkoplasma)

Sering disebut sarkoplasma (Sarcoplasma). Sarkoplasma bersifat eosinofilik, mengandung :

  • Organoid, antara lain :
  • Mitokondria yang mengitari inti – Endoplasma retikulum
  • Apparatus Golgi – Miofibril
  • Sentriol
  • Paraplasma, seperti glikogen, lipofusin.

Yang menarik perhatian adalah myofibril karena peranannya dalam kontraksi. Miofibril pada otot polos sangat halus, dengan pewarnaan H.E. sulit dilihat. Dengan mikroskop elektron tampak miofilamen Miosin berdiameter 5 mµ, dan Aktin 3 mµ. Sarkoplasma di dekat inti bebas dari filament dan di bagian tepi banyak pinocytic vesicle . Filamen tersebut berakhir di daerah pekat sarkolema. Filamen aktin dan myosin juga terdapat pada pada otot polos, berkontraksi dengan adanya adenosine trifosfat. Susunan filament aktin dan myosin pada otot polos belum jelas, berbeda dengan otot skelet.

Percobaan ke lima, enam, dan tujuh praktikan melakukan pengamatan jaringan pada tumbuhan. Dari semua objek yang diamati, baik daun, batang, maupun akar, memiliki epidermis dan berkas pengangkut. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Xilem adalah berkas pengangkut yang mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Sel-sel penyusun xilem antara lain, yaitu: trakeid, trakea, dan parenkim xilem. Sedangkan floem adalah berkas pengangkut yang mengangkut hasil foto sintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Floem terdiri dari sel yang hidup, berdinding selulosa, dan dinding melintangnya berpori.

Pada pengamatan preparat awetan penampang melintang dari daun, bagian-bagian yang terlihat selain berkas pengangkut (xilem dan floem) yaitu:

  • Epidermis : pada daun merupakan lapisan sel hidup terluar. Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah, berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.
  • Palisade : jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan. Salah satu ciri-ciri jaringan ini adalah Sel-sel berbentuk silinder, dan tersusun rapat
  • Bunga karang (spons) : Disebut juga jaringan spons karena lebih berongga bila dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
  • Stomata : berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis

Daun adalah organ fotosintesis bagi tumbuhan berpembuluh. Pada umumnya daun terdiri atas helaian daun (lamina) yang pipih dan tangkai (petiolus) yang menghubungkan daun ke batang. Selain sebagai organ fotosintesis, daun juga memiliki fungsi sebagai tempat respirasi, menyerap Karbon dioksida dari udara, serta sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi.

 

Pada pengamatan preparat awetan penampang melintang batang Zea mays, bagian-bagian yang terlihat selain berkas pengangkut (xilem dan floem) yaitu epidermis yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan air

Pada pengamatan preparat awetan penampang melintang akar dikotil, bagian-bagian yang terlihat (selain xilem dan floem) antara lain, yaitu:

  • Epidermis atau eksodermis akar tumbuhan dikotil
    letak epidermis akar ini di bagian terluar akar.
    Fungsi Epidermis atau eksodermis akar tumbuhan dikotil  adalah sebagai jalan masuk air dan garam mineral.
  • Korteks akar tumbuhan dikotil
    letak korteks akar akar ini didaerah di sebelah dalam epidermis.
    Fungsi korteks akar tumbuhan dikotil  adalah sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
  • Endodermis akar tumbuhan dikotil
    letak Endodermis akar ini dilapisan sebelah dalam korteks dan di luar perisikel.
    Fungsi Endodermis akar tumbuhan dikotil  adalah mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh. Menyimpan zat makanan.
  • Perisikel akar tumbuhan dikotil
    letak Perisikel akar ini disebelah dalam lapisan endodermis.
    Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil  adalah membentuk cabang akar dan kambium gabus.
  • Xilem akar tumbuhan dikotil
    letak Perisikel akar ini dibagian tengah akar.
    Fungsi Xilem akar tumbuhan dikotil  adalah mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
  • Floem akar tumbuhan dikotil
    letak Perisikel akar ini di antara jari-jari yang dibentuk oleh xilem.
    Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil  adalah mengangkut zat makanan yang dibuat daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan.
  • Empulur akar tumbuhan dikotil
    letak Perisikel akar ini dibagian tengah. Di antara bangunan bentuk bintang di dalam xilem.
    Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil  adalah menyimpan makanan cadangan.

 

VII. Penutup

7.1  Kesimpulan

  • Jaringan penyusun pada hewan :

1)         Jaringan epitel : berfungsi memberikan perlindungan terhadap  trauma mekanis, memungkinkan terjadinya difusi, bertindak sebagai kelenjar, membatasi permukaan dalam  usus, menyerap hasil pencernaan makanan, dll.

2)         Jaringan ikat : berfungsi meletakkan suatu jaringan ke jaringan lain, pelindung organ lunak, menghasilkan imunitas, menunjang alat dan tubuh, dll.

3)         Jaringan otot : berfungsi sebagai alat gerak aktif.

4)         Jaringan saraf : berfungsi dalam koordinasi tubuh.

  • Jaringan penyususn pada tumbuhan :

1)         Jaringan meristem : jaringan mudah yang terdiri atas sel-sel yang

masih muda (embrional) dan aktif membelah. Terdapat pada ujung akar, batang , dan daun.

2)         Jaringan parenkim : jaringan yang terdapat hampir di semua bagian tubuh tumbuhan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, tempat terjadinya fotosintesis, serta sebagai penyokong tubuh tumbuhan saat vakuola berisi air

3)         Jaringan pelindung

a. Epidermis         : jaringan yang terdapat pada permukaan seluruh

                               bagian tubuh tumbuhan.

b. Gabus              : sebagai pelindung untuk keluar masuknya air

4)    Jaringan pengangkut

        a. Xilem               : berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari

                                      akar ke daun.

                    b. Floem               : mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh

                                                  bagian tubuh tumbuhan

5)    Jaringan penguat

a. Kolenkim         : berfungsi sebagai penguat atau peunjang tubuh

                               tumbuhan, karena dinding selnya telah mengalami

                               penebalan.

b. Skelrenkim       : berfungsi sebagai alat penyokong atau penguat

                               bagian tertentu dari tumbuhan.

 

 

 

 

 

7.2 Saran

Sebelum dilaksanakan praktikum, hendaknya praktikan mempelajari terlebih dahulu materi yang berkaitan dengan acara praktikum, agar pelaksanaan praktikum menjadi lancar.

VIII. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. http://forum.kompas.com/sains/230672-jaringan-meristem-jaringan-embrional.html.(diakses tanggal 14 April 2013)

Iceteazegeg, 2013. http://iceteazegeg.wordpress.com/2009/03/18/jaringan-

tumbuhan/ (diakses tanggal 14 April 2013)

Parjatmo, Widjojo. 1987. Biologi Umum. Bandung: Angkasa.

Rachmadiarti, Fida. 2007. Biologi Umum. Surabaya: Unesa University

Press.

Safruddinnur, Aang. 2013. http://aangsafruddinnur.blogspot.com/ . (diakses tanggal 14 April 2013)

Waluyo, Joko. 2006. Biologi Dasar. Jember: Universitas Jember.

Yekti, S. 1994. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.

Yulianto, Eko. 2011. http://konsepbiologi.htm/jaringan-ikat.com(diakses

           tanggal 15 April 2013).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s